Bom Barat bukan solusi terorisme Islam, melainkan kita Muslim

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
“Marilah kita jangan menyerah atas saudara-saudari kita”

Minggu lalu saya pergi ke bioskop untuk menonton film berjudul Neerja yang menceritakan kisah nyata dan heroik dari Neerja Bhanot, seorang pramugari India berusia 22 tahun. Selama penerbangan dari India ke Amerika Serikat, pesawatnya singgah di Pakistan dimana sekelompok orang Palestina dari organisasi Islam Abu Nidal tiba-tiba membajak pesawatnya. Neerja berani menyelamatkan nyawa hampir setiap penumpang, tapi sayangnya dia sendiri tidak dapat bertahan dari pembajakan tersebut.

Film ini memberikan penjelasan secara rinci tentang bagaimana para teroris mempersiapkan diri secara mental untuk melakukan pembajakan. Sebelum mereka menyerang pesawat, mereka berkumpul sekali lagi dan berdoa bersama kepada Allah.  Setelah itu, ungkapan-ungkapan seperti Insya Allah dan Allahu Akbar berulang kali diucapkan selama pembajakan.

Di dalam film itu digambarkan dengan sangat jelas kepada penonton bahwa sang teroris adalah Muslim, dan keributan pun terjadi di dalam bioskop. Para penonton menyatakannya dengan keras bahwa orang-orang barbar tersebut dapat dipastikan bukanlah Muslim dan lebih tepatnya mereka tidak ada hubungannya dengan orang-orang seperti itu.  Saya juga mendengar seseorang berbisik bahwasannya sekali lagi hal ini menunjukkan bagaimana orang Amerika selalu menampilkan Muslim dengan cara yang negatif. Bagaimanapun juga, film Neerja sepenuhnya ditulis, disutradarai dan diproduksi oleh orang-orang India, maka tidak ada hubungannya dengan orang Amerika.

Saya terkejut dengan keributan yang terjadi. Para teroris berdoa kepada Allah dan terinspirasi serta termotivasi oleh ayat-ayat di dalam Al-Quran.  Jelas kita tidak berurusan dengan Muslim yang baik disini, tetapi dapat dipastikan mereka adalah Muslim.

Sikap menolak dan menghindar yang terjadi diantara umat Islam ini juga dapat dilihat dari permasalahan antara IS (Islamic States) di Timur Tengah dengan organisasi teroris lainnya seperti Al-Shabaab dan Boko Haram. Banyak teroris, tapi juga radikalisme dan pemuda-pemuda yang sudah teradikalisasi, menemukan pembenaran dan motivasi dalam Islam. Mereka adalah Muslim, sama seperti saya dan juga miliaran orang lainnya.

Mudah untuk bersikeras bahwa teroris tersebut bukanlah Muslim dan tidak ada hubungannya dengan kita. Tapi mari kita melihatnya dari perspektif yang berbeda.  Bagaimana mungkin kita dapat memecahkan masalah mengenai Islam terkait terorisme?  Siapa yang dapat menghentikan para pemuda radikal yang berperan sebagai pahlawan teroris?  Hal ini jelas menunjukkan bahwasannya bom barat telah terbukti kontraproduktif.  Para teroris melihat setiap campur tangan negara-negara barat sebagai bentuk provokasi dan memperkuat diri mereka sendiri, baik dalam jumlah maupun tekad.

Miliaran orang hidup damai sesuai dengan adat istiadat dan tradisi Islam. Hanya sekelompok orang yang berjumlah ribuanlah yang meneror dunia, mereka mengklaim bahwa hal tersebut sesuai dengan adat istiadat dan tradisi yang sama. Apakah hal tersebut membuktikan bahwa Islam, sebagai agama merupakan sebuah masalah? Tidak, itu hanya menunjukkan sekelompok kecil dari umat Islam memilih jalan yang salah di dalam Islam itu sendiri.  Miliaran Muslim lainnya tidak memilih jalan yang salah ini dan karena itu merekalah yang memegang kunci solusinya.

Islam mempresentasikan ajarannya sebagai “agama yang damai” dan ini adalah kesempatan yang besar untuk mendemonstasikan hal itu.  Saya ingin memberikan saran kepada saudara-saudari Muslim saya.  Jangan menganggap bahwa fakta yang ada menunjukkan sekelompok teroris yang mengikuti agama Anda tersebut  sebagai sebuah tuduhan yang ditujukan langsung kepada Anda.  Walaupun mereka juga orang-orang Islam bukan berarti  bahwa Islam adalah agama yang buruk dan hal tersebut juga tidak menunjukkan apapun mengenai diri Anda secara individu. Cobalah untuk melihat hal ini sebagai kesempatan bagi kita, sebuah jalan terakhir untuk menjangkau saudara-saudari kita yang tersesat dalam kelompok ini .

Sebuah rasa tidak berarti dalam hidup dikombinasi dengan kesalahan tafsir dan hanya berfokus kepada sebagian kecil dari kitab suci Al-Qur’an dapat membuat manusia biasa menjadi teroris. Pengetahuan yang tepat mengenai Islam akan menyingkirkan perasaan tidak berarti di dalam diri dan justru akan memberikan ruang yang penuh kedamaian serta hidup yang penuh makna. Bom barat tidak akan membawa saudara-saudari Muslim kita kembali kepada jalan yang benar, namun pengetahuan yang memadai dan interpretasi yang benar dari Islam lah yang akan menolong. Marilah kita jangan menyerah atas saudara-saudari kita, dan lebih baik kita membombardir mereka dengan pengalaman dan pengetahuan kita, bukan dengan kekerasan.


Kontak dan Informasi:
E-mail: starringyou@outlook.com
Facebook: Starring you

 

Advertisements

2 thoughts on “Bom Barat bukan solusi terorisme Islam, melainkan kita Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s